Pentas Kreasi Seni 2011

Alhamdulillah, tahun ajaran kedua di TK-Q Rumah Qurani sudah berakhir. Dua tahun sudah dilalui dalam ‘perjuangan’ menyelenggarakan pendidikan usia dini berbasis Quran dengan metode komprehensif yang menggabungkan berbagai aspek: bermain, gerak isyarat tangan, kreativitas, dongeng, dll. Berbagai suka duka telah dialami selama dua tahun ini. Semoga Allah meridhoi langkah kami ini…

Acara pembagian laporan perkembangan murid didahului dengan pentas kreasi seni. Anak-anak menampilkan kebolehan mereka menghafal beberapa surah pendek dan  menyanyikan lagu-lagu yang bersesuaian dengan tema ayat Quran yang dihafal.

Bu Erma memandu acara

Demo tahfidz surah pendek

      Menari lagu “Kupu-Kupu”

dilanjutkan dg peragaan hafalan ayat dg  gerakan isyarat tangan

Menyanyikan lagu “Jangan Mubazir” dilanjutkan dgn peragaan isyarat tangan ayat “jangan mubazir”

3 Comments

Filed under Uncategorized

Menghafal Quran dengan Menyenangkan

Rasullullah SAWW dalam salah satu hadis beliau bersabda, “Biarkanlah anak-anak kalian BERMAIN dalam 7 tahun pertama, kemudian DIDIK dan BIMBINGLAH mereka dalam 7 tahun kedua, sedangkan 7 tahun ketiga jadikanlah mereka senantiasa bersama kalian dalam MUSYAWARAH dan MENJALANKAN TUGAS.”
Dewasa ini, pakar pendidikan Barat juga ramai-ramai mengatakan bahwa metode pengajaran yang paling cocok untuk anak pra-sekolah adalah fun learning (belajar yang menyenangkan). Menurut psikolog Peter Kline, “Belajar akan efektif bila dilakukan dalam suasana yang menyenangkan.”

Padahal, Rasulullah sudah mengajarkan konsep ini sejak berabad-abad yang lalu. Bagaimana kita kaum muslimin hari ini? Apakah kita akan mematuhi nasehat Rasulullah agar menciptakan suasana belajar yang menyenangkan untuk anak? Atau malah membebani anak-anak dengan berbagai tuntutan?

Selain itu, menurut pakar pendidikan, salah cara paling efektif untuk menghafal sesuatu adalah melalui gerakan dan irama. Sebabnya adalah karena ketika kita menghafal sambil bergerak dan ada irama, kerja otak menjadi lebih ringan dan mampu menyerap/menyimpan informasi dalam jangka panjang.

Itulah sebabnya, di TK-Q Rumah Qurani kami mengajak anak-anak menghafal ayat-ayat Al Quran dengan gerakan tangan, gerakan aktivitas yang bersesuaian dengan ayat, serta mengenalkan irama bacaan Quran (qiroah) yang menyenangkan untuk anak-anak.

Harapan kami, melalui aktivitas menyenangkan, anak bisa menghafal ayat-ayat Quran dengan senang dan mereka pun cinta kepada Al Quran. Amiin…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Saling Menolong

Salah satu cara belajar yang efektif untuk anak usia dini adalah ‘bermain peran’. Melalui bermain peran, anak bisa belajar banyak hal, mulai dari mengembangkan imajinasi, kreativitas, bahasa, sosial emosi, dll.

Karena itu, saat guru TK-Q Rumah Qurani mengajarkan ayat tolong menolong (wa taawanu alal birri wattaqwa-Al Maidah:2), anak-anak diajak bermain peran ‘dokter-dokteran’. Dokter adalah profesi mulia yang menolong orang yang sakit.

Ada anak yang berperan jadi dokter, jadi suster, jadi pencatat nama pasien, jadi petugas apotik, dll, yang dilakukan bergantian. Anak yang menjadi dokter juga diminta untuk memberi nasehat-nasehat seputar kesehatan. Seru!

3 Comments

Filed under Uncategorized

Pendidikan Berbasis Al Quran Perlu Ditanamkan Sejak Dini

Pendidikan berbasis Al Quran perlu ditanamkan sejak dini dalam keluarga agar tercipta generasi-generasi handal dan berkualitas. Ketua Dewan Pembina Yayasan Assalam Semarang, Mustofa AY, mengatakan bahwa usia enam tahun pertama bagi anak-anak adalah permulaan yang berharga membentuk karakter anak.
”Enam tahun pertama masa balita tidak akan terulang lagi,” ujarnya saat menyampaikan materi di ‘Seminar Parenting Nasional’ sebagai rangkaian acara MUNAS III Muslimat Hidayatullah (Mushida) di Jakarta, Kamis (1/7).

Mustofa mengemukakan, nilai-nilai Alquran masih belum optimal diajarkan di keluarga Indonesia. Selain itu, dia melihat, pendidikan usia dini yang tersebar di Indonesia kurang mempertajam visi qurani padahal kitab suci umat Islam itu adalah pedoman terbaik dan paling sempuna. (sumber : koran Republika)

Alhamdulillah, kita telah menyekolahkan anak-anak di TK-Q Rumah Qurani di mana seluruh kurikulumnya berbasis Quran dan digabungkan dengan kurikulum TK, sehingga anak-anak tetap bisa  mempelajari hal-hal lainnya: menghitung, membaca, sains, berkreasi, bernyanyi, seni, dll. Semoga anak-anak kita menjadi anak yang soleh dan  cerdas, Amin.[]

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Yeah, Rumah Qurani FC!

Alhamdulillah.. hari ini Rumah Qurani Football Club mulai berjalan. Tadi latihan pertama berjalan lancar, mudah-mudahan demikian seterusnya, amiiin…

Ide mendirikan Rumah Qurani FC (klub sepakbola untuk anak usia TK) datang dari diri Bunda yang kebingungan mencari klub sepakbola buat anak Bunda sendiri. Seorang ahli parenting sahabat Bunda, saat melihat anak Bunda yang nempel melulu dan jarang main ke luar (karena Bundanya juga lebih banyak beraktivitas di rumah), menasehati, “Anak-anak, apalagi anak laki-laki, sejak kecil harus diarahkan untuk memiliki hobi, supaya ketika beranjak remaja dia sudah punya visi dan misi, sehingga ga terombang-ambing dalam menjalani masa pubertas. Anak remaja yang sudah punya aktivitas rutin, sudah punya hobi positif, insya Allah ga akan terseret sama keranjingan game atau internet, atau kegiatan negatif lainnya.”

Nah…karena di sekita rumah Bunda belum ada klub sepakbola untuk anak kecil, dengan bismillah, Bunda dan guru-guru TK-Q Rumah Qurani memulainya, dengan mengundang anak-anak dari sekolah-sekolah lain untuk ikut (keanggotaan terbuka untuk umum). Alhamdulillah tadi sudah ada 11 anak yang bergabung. Guru/pelatihnya adalah pak Enang Wiatnata S.Pd, guru olahraga lulusan UPI.

Alhamdulillah…gemesnya..melihat gaya anak-anak yang lucu-lucu saat latihan. Ada yang sudah bergaya bak pemain profesional (bahkan gaya jatuhnya pun keren banget loh, hehehe)..ada juga yang masih manja, jatuh sedikit langsung mewek..hehe…

Tim RQ-FC sedang menerima pengarahan dari pelatih

Latihan dribel

Kiper bergaya

Ayo lempar bolanya!

Ayo, bawa bolanya ke gawang lawan!

 

1 Comment

Filed under Uncategorized

Anak Usia Dini, Diajari Baca atau Tidak?

Alhamdulillah, pertanyaan di atas kemarin sudah kami temukan jawabannya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyatakan bahwa mengajar baca kepada anak usia dini tidak boleh karena berpotensi memunculkan mental hectic.

Kemarin, guru-guru TK-Q Rumah Qurani mengikuti sebuah pelatihan informal, dengan instruktur sahabat kami sendiri yang selama bertahun-tahun sudah bergelut dengan bidang pendidikan usia dini. Namanya Maya A. Pujiati, penulis buku “Cara Kreatif Mengajar Anak Balita Membaca”

Jadi intinya, mengapa ada sebagian psikolog yang menilai bahwa mengajarkan baca terlalu dini berbahaya adalah karena kegiatan mengena huruf dan mengeja memang berat buat otak anak.

Tentu, kami di TK-Q Rumah Qurani tidak ingin melakukan sesuatu yang membahayakan otak anak-anak kami…

Tapi problemnya, bila anak ketika masuk SD belum bisa membaca, si anak sangat mungkin menjadi minder karena kebanyakan teman-temannya sudah bisa membaca (sebagaimana diketahui banyak TK yang mengajarkan baca ke anak, demi memenuhi tuntutan orang tua).

Nah, jalan keluarnya bagaimana?

Ternyata, ada kok cara mengajar baca yang kreatif dan tidak membebani otak anak. Di luar sana rupanya sudah banyak ilmuwan yang melakukan penelitian tentang hal ini. Kami rupanya memang harus lebih banyak belajar dan belajar lagi.

Alhamdulillah kemarin meskipun singkat, kami sudah mendapatkan panduan cara-cara mengajar anak membaca tanpa mengeja. Antara lain dengan flash card Glenn Doman (flash card yang banyak dijual di toko-toko ternyata adaptasi dari Glenn Doman, dan sayangnya sebagian malah salah kaprah). Ukuran, warna, dan jenis kertas yang dipakai rupanya sangat berpengaruh. Begitu pula cara penggunaannya, ternyata tidak asal-asalan dan harus dipelajari guru.

Selain itu, yang dibutuhkan adalah kesabaran, karena metode ini tidak instant (anak tidak serta merta bisa dites baca untuk mengetahui seberapa jauh penyerapan mereka). Metode ini mengikuti cara kerja otak anak balita yang memang dalam proses saling menyambung syaraf-syarafnya. Setiap stimulasi positif yang diberikan kepada anak akan menimbulkan sambungan-sambungan baru di otak. Guru harus bersabar sampai sambungan-sambungan itu berproses mencerna kata-kata yang ditampilkan oleh flash card, dan insya Allah, anak ‘tiba-tiba’ saja bisa membaca. (Tentu, bukan ‘tiba-tiba’ sebenarnya,…kan ada prosesnya..cukup lama pula..) Selain itu, metode ini harud didukung dengan berbagai kegiatan lain, misalnya membuat “dinding poster” (dinding khusus yang isinya gambar+kata), permainan, dll (tapi semua dilakukan bertahap, ada ilmu khususnya… yah intinya guru-guru memang harus banyak belajar deh)

Yang tak kalah penting, semua proses ini harus didampingi dengan pengondisian yang membuat anak cinta buku. Alhamdulillah, untuk yang satu ini, kami sudah sejak awal melakukannya di TK-Q Rumah Qurani. Sejak awal, meski dengan koleksi buku yang masih minim, kami sudah membiasakan anak-anak meminjam buku dibawa pulang ke rumah. Kami punya program “Reading Day” dimana anak-anak boleh memilih salah satu buku lalu dibacakan oleh guru-guru, lalu gantian mereka yang berdiri di depan dan menceritakan ulang apa isi buku masing-masing kepada teman-temannya. Kalau soal cinta buku, alhamdulillah sudah mulai terlihat, anak-anak rajin sekali meminjam buku perpustakaan (dan di rumah, menurut pengakuan ibu-ibu mereka, anak-anak selalu minta dibacakan berulang-ulang).

Ada salah satu perkataan teh Maya yang membuat Bunda terkesan: meskipun anak bisa baca, tapi kalau tidak suka buku, mereka tidak akan mau membaca kan?

Ya, tentu saja, mereka kelak di sekolah akan baca buku, tapi terpaksa demi ujian, demi nilai. Yang kita semua inginkan tentunya bukan anak-anak yang terpaksa membaca kan? Kita semua memimpikan generasi yang cinta buku, cinta ilmu, dan mampu mengamalkan ilmunya demi perbaikan bangsa ini.

1 Comment

Filed under Uncategorized

Yuk Membersihkan Baju!

Pekan yang lalu, anak-anak TK-Q Rumah Qurani belajar ayat “mencuci”   wa tsiyaabaka fa thahhir, (dan bajumu, maka bersihkan, Al Mudatsir:4).

Anak-anak diajak main cuci-cucian baju sambil menyanyikan yel-yel “kucek-kucek, bilas-bilas, peres-peres, jemuuuurrrr…”

Lalu, guru mendongeng tentang anak yang bajunya kotor dan jadi gatal-gatal karena baju kotor ada banyak kuman. Anak-anak juga didorong untuk bercerita tentang pengalaman masing-masing soal baju. Biasanya anak-anak akan berebutan bercerita.

“Kemarin bajuku kotor kena makanan!”

“Kemarin aku bantuin mama cuci baju!”

“Aku pakai baju sendiri!”

Lalu, mulai deh, Bu Guru mengenalkan ayat “mencuci’.

Kata Allah…kita harus membersihkan baju… wa tsiyabaka fathahhir… (sambil memeragakan gerakan tangan/metode isyarat/metode Rumah Qurani)

Leave a comment

Filed under Uncategorized