Langkah Pertama …

Bunda ingin sekali mengelola sekolah sendiri. Motivasi utama tentu saja untuk ibadah, mudah-mudahan ini jadi amal jariyah Bunda. Tapi dalam perjalanannya, sulit sekali untuk istiqomah ikhlas. Selalu saja ada hal-hal yang bikin kesal dan mengurangi keikhlasan. Tapi Bunda tak bosan untuk berdoa supaya kembali bisa ikhlas. Karena keikhlasan bukan sesuatu yang take it for granted, tapi terus diupayakan.

Langkah pertama, Bunda beli dan baca buku-buku tentang mendirikan PAUD/preschool. Lalu browsing di internet. Nah, Bunda mendapat manfaat dari baca cerita2 sekolah-sekolah lain, makanya Bunda pun memutuskan untuk membuat blog ini. Siapa tahu juga bermanfaat buat orang lain.

Langkah kedua, tentu saja persiapan uang. Bunda menganggarkan uang 10 juta. Dipakai untuk mengontrak rumah 2 tahun (@2,5 juta), mengecat ulang, membeli ayunan, prosotan, mainan, dll. Alhamdulillah ada saja bantuan dari teman-teman Bunda. Ada yang nyumbang lemari, ada yang minjemin karpet, ada juga yang nyumbang uang.

Langkah ketiga, Bunda dan teman-teman Bunda berkunjung ke TK/Kober Mutiara Bunda yang bagus tapi elit dan mahal itu. Ssst.. Bunda sih pengennya menyekolahkan anak Bunda ke situ, tapi ga kuat duitnya. Jadi ya sudahlah, Bunda dan teman-teman belajar pada mereka dan berusaha menerapkan apa yang bisa/mungkin diterapkan. Hal penting yang Bunda tangkap di Mutbun adalah: anak-anak dibuat supaya nyaman dan santai di sekolah. Pokoknya, sekolah harus dibikin asyik!

Langkah keempat, mulai deh persiapan bikin brosur, spanduk, dan pamflet. Desain spanduknya dibikinkan oleh Kak Fani yang baik hati. Wah, asal tau aja, bikin desain sebenarnya mahal loh (kalau sekedar tulisan aja sih, Bunda juga bisa, tapi Bunda pengennya spanduk yang keren). Tapi syukurlah Kak Fani mau gratisan. Makasih kak Fani!

Langkah kelima…mulai deh deg-degan. Bakal ada yang daftar gak ya..? Soalnya, penampilan PGRQ masih sangat sederhana. Ayunan dan prosotan blm ada, masih dipesan. Ruangan kelas masih kosong, belum ada apa-apa. Dindingnya juga masih polos. (Semua perlengkapan selesai pada detik-detik terakhir, hehehe.. ). Tapi, alhamdulillah ada banyak ortu yang mau mempercayakan anak mereka ke PGRQ. Hari pertama sekolah,  yang datang membludak, mencapai 19-an orang. Padahal kita maksimal menerima 15 anak saja (soalnya gurunya cuma 2).

Ada dua kemungkinan kenapa banyak yang minat: suka pada metodenya, atau murah (tanpa uang pangkal dan perbulan cuma 30.000). Seiring waktu, ketauan deh, mereka lebih banyak datang karena alasan kedua, hehehe. Tentu saja Bunda pun berusaha memberikan pengertian soal metode PGRQ yg unik ini, sehingga akhirnya ibu2 pun antusias.

Tapi seiring waktu, yang tetap aktif memang 15 anak terus, ada yang masuk baru, ada yang keluar (dgn alasan pindah rumah, atau anaknya gak mau sekolah lagi, atau ibunya yang gak cocok…hm..cerita soal ini cukup seru juga, nanti Bunda  ceritain yah). Yang ‘aneh’ ya itu..karena sejak awal ditetapkan murid cuma 15 anak, ee..emang bener, selalu saja jumlah murid 15 anak pas.

Ok, segini dulu sementara. Nanti Bunda terusin deh, insya Allah.

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s