Belajar jadi Penulis

Kemampuan menulis (dalam arti menulis buku, artikel, makalah) adalah kemampuan yang sangat penting dalam kehidupan kita. Banyak problem yang muncul di sekolah atau kuliah jika kita tidak bisa menulis dengan baik. Tak heran bila kemudian sering terjadi kasus plagiat atau membuat skripsi dengan cara mengorder pada orang lain (minta dibikinkan dan bayar berjuta-juta).

Nah.. di Rumah Qurani kami mulai merintis upaya melatih kemampuan anak untuk “menulis” (tentu bukan menulis dalam arti harfiah ya.. masa anak balita disuruh nulis..?).

Awalnya, Bunda beli buku “Anak yang Bermain, Anak yang Cerdas”  karya Shoba Dewey Chugani. Nah di buku itu ada saran yang inspiratif, dan saran itu Bunda sampaikan ke guru Rumah Qurani. Bu Guru pun mempraktekkannya di sekolah.

Begini, setiap hari, bu guru selalu mendongeng dengan tema tertentu, lalu anak-anak diberi kertas dan disuruh menggambar bebas.Biasanya gambarnya sih terkait tema yang diceritain bu guru tadi, tapi anak-anak dibiarkan bebas berkreasi. Lalu, setiap anak akan didekati bu guru dan ditanya-tanya, “Ini gambar apa?”

Anak:  gambal olang [gambar orang]

Guru: oh.. orang.. Orangnya lagi apa?

Anak: lagi sedih

Guru:  oo..kasian ya, lagi sedih .. nih bu guru tulis ya.. [bu guru menulis di kertas, ‘orang lagi sedih’)

Guru: sedihnya kenapa sih?

Anak: kan papanya mau ke mesjid tlus dia ditinggal..

Guru: oo..gitu.. mana dong gambar mesjidnya?

Anak: ntal ya, aku gambal dulu

Guru: wah..bagus.. nih, bu guru tulis ya.. (bu guru menulis lagi: orang lagi sedih karena ditinggal papanya ke mesjid’)

Wah..wah..ini memang membutuhkan kesabaran dari bu guru untuk berkomunikasi dengan SEMUA murid-muridnya, dan berusaha mengorek cerita yang ada dalam benak anak. Alhamdulillah guru di Playgroup Rumah Qurani sabar banget…

Mau tau efeknya..?

Kata ibu2 sih..anak2nya sekarang tambah cerewet (tambah suka bercerita).. nah, suka bercerita itu kan awal dari kemampuan menulis kan? Kata bu guru pun, gambar anak-anak makin lama makin kreatif dan mengandung cerita.

Yang paling bisa Bunda amati tentu saja, efeknya pada anak Bunda sendiri. Tambah lama, daya imajinasinya tambah kaya dan sering tak terduga. Gambar-gambar yang dibuatnya selalu mengandung cerita dan dia dengan penuh semangat menceritakan gambarnya, misalnya, “Bunda, ini gambal naluto lagi bobo-boboan sambil pegang layangan” atau “ini ada papanya anak-anak lagi jalan tlus ketemu laksasa, tapi papanya anak-anak mah gak jatuh karena kuat, laksasanya yang jatuh!”

[Baca: Bunda, ini gambar naruto lagi tidur-tiduran sambil pegang layangan” atau “ini ada papanya anak-anak (maksudnya: bapak-bapak) lagi jalan trus ketemu raksasa, tapi papanya anak-anak mah gak jatuh karena kuat, raksasanya jatuh!”]

Oiya, dia pun selalu minta Bunda menuliskan cerita itu di kertas gambarnya (meniru gurunya di sekolah)

Mudah-mudahan, dengan distimulasi sejak dini untuk berimajinasi dan menuangkannya dalam bentuk gambar dan tulisan (meskipun yang nulis adalah guru atau bundanya), kelak kalau besar, anak-anak ini mahir menulis ya… amiiin…

Leave a comment

Filed under Uncategorized

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s