Anak Usia Dini, Diajari Baca atau Tidak?

Alhamdulillah, pertanyaan di atas kemarin sudah kami temukan jawabannya.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menyatakan bahwa mengajar baca kepada anak usia dini tidak boleh karena berpotensi memunculkan mental hectic.

Kemarin, guru-guru TK-Q Rumah Qurani mengikuti sebuah pelatihan informal, dengan instruktur sahabat kami sendiri yang selama bertahun-tahun sudah bergelut dengan bidang pendidikan usia dini. Namanya Maya A. Pujiati, penulis buku “Cara Kreatif Mengajar Anak Balita Membaca”

Jadi intinya, mengapa ada sebagian psikolog yang menilai bahwa mengajarkan baca terlalu dini berbahaya adalah karena kegiatan mengena huruf dan mengeja memang berat buat otak anak.

Tentu, kami di TK-Q Rumah Qurani tidak ingin melakukan sesuatu yang membahayakan otak anak-anak kami…

Tapi problemnya, bila anak ketika masuk SD belum bisa membaca, si anak sangat mungkin menjadi minder karena kebanyakan teman-temannya sudah bisa membaca (sebagaimana diketahui banyak TK yang mengajarkan baca ke anak, demi memenuhi tuntutan orang tua).

Nah, jalan keluarnya bagaimana?

Ternyata, ada kok cara mengajar baca yang kreatif dan tidak membebani otak anak. Di luar sana rupanya sudah banyak ilmuwan yang melakukan penelitian tentang hal ini. Kami rupanya memang harus lebih banyak belajar dan belajar lagi.

Alhamdulillah kemarin meskipun singkat, kami sudah mendapatkan panduan cara-cara mengajar anak membaca tanpa mengeja. Antara lain dengan flash card Glenn Doman (flash card yang banyak dijual di toko-toko ternyata adaptasi dari Glenn Doman, dan sayangnya sebagian malah salah kaprah). Ukuran, warna, dan jenis kertas yang dipakai rupanya sangat berpengaruh. Begitu pula cara penggunaannya, ternyata tidak asal-asalan dan harus dipelajari guru.

Selain itu, yang dibutuhkan adalah kesabaran, karena metode ini tidak instant (anak tidak serta merta bisa dites baca untuk mengetahui seberapa jauh penyerapan mereka). Metode ini mengikuti cara kerja otak anak balita yang memang dalam proses saling menyambung syaraf-syarafnya. Setiap stimulasi positif yang diberikan kepada anak akan menimbulkan sambungan-sambungan baru di otak. Guru harus bersabar sampai sambungan-sambungan itu berproses mencerna kata-kata yang ditampilkan oleh flash card, dan insya Allah, anak ‘tiba-tiba’ saja bisa membaca. (Tentu, bukan ‘tiba-tiba’ sebenarnya,…kan ada prosesnya..cukup lama pula..) Selain itu, metode ini harud didukung dengan berbagai kegiatan lain, misalnya membuat “dinding poster” (dinding khusus yang isinya gambar+kata), permainan, dll (tapi semua dilakukan bertahap, ada ilmu khususnya… yah intinya guru-guru memang harus banyak belajar deh)

Yang tak kalah penting, semua proses ini harus didampingi dengan pengondisian yang membuat anak cinta buku. Alhamdulillah, untuk yang satu ini, kami sudah sejak awal melakukannya di TK-Q Rumah Qurani. Sejak awal, meski dengan koleksi buku yang masih minim, kami sudah membiasakan anak-anak meminjam buku dibawa pulang ke rumah. Kami punya program “Reading Day” dimana anak-anak boleh memilih salah satu buku lalu dibacakan oleh guru-guru, lalu gantian mereka yang berdiri di depan dan menceritakan ulang apa isi buku masing-masing kepada teman-temannya. Kalau soal cinta buku, alhamdulillah sudah mulai terlihat, anak-anak rajin sekali meminjam buku perpustakaan (dan di rumah, menurut pengakuan ibu-ibu mereka, anak-anak selalu minta dibacakan berulang-ulang).

Ada salah satu perkataan teh Maya yang membuat Bunda terkesan: meskipun anak bisa baca, tapi kalau tidak suka buku, mereka tidak akan mau membaca kan?

Ya, tentu saja, mereka kelak di sekolah akan baca buku, tapi terpaksa demi ujian, demi nilai. Yang kita semua inginkan tentunya bukan anak-anak yang terpaksa membaca kan? Kita semua memimpikan generasi yang cinta buku, cinta ilmu, dan mampu mengamalkan ilmunya demi perbaikan bangsa ini.

1 Comment

Filed under Uncategorized

One response to “Anak Usia Dini, Diajari Baca atau Tidak?

  1. Artikel yang bagus..blognya juga keren dan sangat bermanfaat!
    Sa lam kenal, nama saya Kak Zepe. Saya adalah pencipta lagu anak…
    Saya juga penulis artikel pendidikan kreatif dan tips creative parenting…
    Karya2 saya ada di http://lagu2anak.blogspot.com
    Semoga bermanfaat ya… 
    Mari bertukar link! 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s